in , ,

Usung Nuansa Alam, Resto Watoe Gadjah sangat Asri dengan Sungai di Dalamnya

Makan Sambil Ditemani Nuansa Alam di Watoe Gadjah Jogja

Resto Watoe Gadjah Jogja
Resto Watoe Gadjah Jogja (c) Annyta Sumarya/Travelingyuk

Jogja seolah tak ada habisnya diselami, apalagi jika bicara soal wisata kulinernya. Ada saja rumah makan atau kafe anyar bermunculan tiap harinya di Kota Gudeg, Watoe Gadjah salah satunya. Rumah makan bernuansa Jawa memadukan konsep alam dengan begitu apik.

Baca juga : Pantai Bara, Pesona Rahasia di Pesisir Tanjung Bira

Sungai kecil di tengah Watoe Gadjah (c) Annyta Sumarya/Travelingyuk

Daripada berlama-lama, yuk simak pengalaman saya meyambangi Watoe Gadjah beberapa saat lalu. Siapa tahu bisa jadi referensi liburan Teman Traveler di Jogja. 

Baru Buka Sudah Ramai Pengunjung

Joglo utama yang jadi pintu masuk pengunjung (c) Annyta Sumarya/Travelingyuk

Lebih dari sekedar media pamer foto, Instagram kini juga jadi salah satu sumber informasi kuliner dan destinasi wisata. Begitu pula dengan saya, yang mengetahui keberadaan Watoe Gadjah usai melihat unggahan dari salah satu akun penggemar kuliner.

Usut punya usut, rumah makan ini ternyata baru buka pada 22 Maret 2019 silam. Meski termasuk pendatang baru, Watoe Gadjah sudah punya banyak penggemar setia. Lahan parkirnya yang luas kerap dipadati kendaraan roda dua maupun empat. Pengunjungnya beragam, ada yang datang bersama pasangan, ada pula yang membawa serta keluarga maupun teman dekat.

Ramai sejak pembukaan (c) Annyta Sumarya/Travelingyuk

Lantas apa sih yang membuat Watoe Gadjah dilirik banyak mata? Salah satunya adalah pemilihan konsep tradisional. Begitu turun dari kendaraan, Teman Traveler bakal langsung disuguhi pemandangan joglo besar dengan hiasan ukiran khas Jawa. Dekorasinya yang dipilih juga unik, bahkan ada yang berbentuk bemo.

Sejauh mata memandang tampak pemandangan hijau (c) Annyta Sumarya/Travelingyuk

Itu baru di muka saja lho Teman Traveler, pemandangan di dalam tak kalah indah. Kalian akan menemukan area makan outdoor dengan landscape sawah dan sungai kecil. Terdapat beberapa saung untuk pengunjung makan maupun bersantai. Benar-benar serasa menyatu dengan alam bukan?

Nasi Penggel Khas Kebumen

Pemandangan di sekitar resto (c) Annyta Sumarya/Travelingyuk

Tempat makan dengan konsep semacam ini sebenarnya bukan hal baru di Jogjakarta. Mayoritas mengusung sistem prasmanan dengan pilihan menu masakan rumahan. Nah, variasi masakan-lah yang membuat Watoe Gadjah jadi unik.

Di sini Teman Traveler bisa mencicipi Nasi Peggel khas Kebumen. Disajikan dengan bentuk bulatan seukuran bola pingpong, sebelum disiram sayur santan. Selain itu, mereka juga menyediakan masakan lain seperti gulai ayam, gulai itik, sop ayam, mendoan, dan sumpil. Jangan lupa untuk menjajal teh tarik, minuman yang jadi andalan di Watoe Gadjah.

Mengusung konsep dapur terbuka (c) Annyta Sumarya/Travelingyuk

Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau, mulai Rp10.000 sampai Rp35.000. Kala berkunjung ke sini saya hanya menghabiskan Rp45.000 untuk dua orang. Lumayan terjangkau, bukan?

Hal lain yang membuat Watoe Gadjah beda dengan rumah makan serupa adalah cara pemesanannya. Pertama Teman Traveler harus menuju kasir sebelum memilih makanan atau minuman. Begitu pesanan siap, kalian harus mengambilnya sendiri. Semacam self-service Teman Traveler.

Indoor atau Outdoor Tak Masalah

Tempat makan saung jadi favorit (c) Annyta Sumarya/Travelingyuk

Buka dari pukul 07.00 hingga 22.00, Watoe Gadjah tak hanya dikenal karena masakannya yang enak, namun juga beragam sudut Instagenic-nya. Salah satu yang jadi favorit pengunjung adalah kawasan outdoor.

Di sini Teman Traveler bisa melihat beberapa saung bambu berdampingan dengan sawah mungil yang ditanami hamparan padi hijau. Di bagian tengahnya terdapat aliran sungai kecil. Teman Traveler bisa menyusui jalan setapak untuk bergaya di sini.

Watoe Gadjah sangat luas. Tempat duduk yang disediakan banyak sekali, jadi, Teman Traveler tidak usah khawatir tidak kebagian tempat duduk, ya. Mau duduk di dalam ruangan dengan dekorasi sentuhan khas Jawa atau di luar ruangan yang berhadapan langsung dengan sawah dan sungai yang membuat Watoe Gadjah asri dan indah? Tidak masalah, keduanya sama-sama asyik, ditambah dengan partner makan yang seru.   

Ramah Anak Kecil, Bisa Diajak Bermain Air

Kolam juga ada lho (c) Annyta Sumarya/Travelingyuk

Tempat makan yang beralamat di Jalan Plumbon Raya, Sleman, ini memang cocok untuk segala kalangan. Mulai dari anak muda, orang tua, hingga anak kecil sekalipun. Cocok pula dijadikan alternatif tempat bersantap bersama keluarga.

Area depan resto (c) Annyta Sumarya/Travelingyuk

Sungai kecil yang mengalir di area outdoor resto bukan sekedar hiasan lho Teman Traveler. Pengunjung anak-anak diperbolehkan bermain di situ. Hanya sekedar membasahi kaki atau bahkan nyebur sekalipun dipersilahkan, asalkan tetap menjaga kebersihan dan keselamatan.

Bagaimana Teman Traveler, tertarik mengunjungi resto Watoe Gadjah? Jangan lupa ajak teman, sahabat, kerabat, serta keluarga agar semakin seru. Selamat bersenang-senang. Next

ramadan
Alien di UFO Park Pujon

Ingin Ketemu Alien? Teman Traveler Bisa Ke Ufo Park

Tempat Menginap di Karangasem Bali dekat dengan Objek Wisata Populer, Mulai 200 Ribuan!