in ,

Bandara yang Umumkan dengan Bahasa Daerah, Bukti Keragaman Indonesia Tak Terbantah

Beriku Ini Ada 5 Bandara yang Umumkan dengan Bahasa Daerah, Mana Saja?

Bandara yang Umumkan dengan Bahasa Daerah
Bandara yang Umumkan dengan Bahasa Daerah

Indonesia memang negara yang sangat kaya dengan budaya, bahasa dan juga hal lainnya. Karena itulah, suatu kebanggaan tersendiri menjadi warga negara Indonesia. Bukti keragaman ini bisa kita temukan dimana saja lho, termasuk juga saat berada di bandara. Ada beberapa bandara yang umumkan dengan bahasa daerah di Indonesia. Mau tahu mana saja? Simak ulasannya seperti berikut ini.

Baca juga : Tirta Gangga Royal Water Garden, an Instagenic Spot to Refresh on East Bali

Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo

Bandara Juanda, via Instagram/erwin.budisusanto
Bandara Juanda, via Instagram/erwin.budisusanto

Bandara yang terdapat di Jawa Timur, Juanda juga memanfaatkan bahasa setempat sebagai alat untuk megumumkan. Bahasa yang digunakan khas Suroboyoan dengan keunikannya. Namun, penggunaan Bahasa Jawa ini hanya untuk kondisi tertentu saja, untuk delay saja. Announcer berbahasa Jawa ini telah digunakan sejak Juli 2017, baik Terminal 1 ataupun 2. Cukup unik, ya?

Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang

Bandara Ahmad Yani baru, via Instagram/semarangprojects
Bandara Ahmad Yani baru, via Instagram/semarangprojects

Dari Jawa Timur kita melipir ke Jawa Tengah ke Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang yang juga memanfaatkan bahasa setempat. Penggunaan Bahasa Jawa untuk pegumuman telah dilakukan sejak 22 November 2017. Salah satu tujuannya adalah melestarikan bahasa daerah. Tentu saja ini memudahkan mereka yang kurang mahir menggunakan bahasa Inggris ataupun Indonesia.

Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali

Bandara Ngurah Rai, via Instagram/xd_mash
Bandara Ngurah Rai, via Instagram/xd_mash

I Gusti Ngurah Rai, Bali juga termasuk salah satu Bandara dengan Bahasa Daerah untuk informasi penerbangan. Penggunaan ini dimaksudkan untuk menghargai budaya di Pulau Dewata, menonjolkan kearifan lokal. Penggunaan bahasa daerah Bali sudah dilakukan pada tahun 2017.

Dan seiring makin banyaknya penumpang dari China, pihak bandara Bali juga menambahkan satu bahasa lagi, Mandarin. Jadi, sekarang sudah empat bahasa yang digunakan, Indonesia, Bali, Inggris dan juga Mandarin.

Bandara Internasional Adisutjipto, Jogja

Bandara Adisucipto, via Instagram/herinovenda
Bandara Adisucipto, via Instagram/herinovenda

Sejak tahun 2017 yang lalu, Bandara Internasional Adisucipto Jogja menambahkan bahasa Jawa untuk penyampaian informasi announcement. Harapan ditambahkan bahasa ini supaya menambah keramahan Jogja di bandara sekaligus mempromosikan bahasa Jawa kepada wisatawan domestik ataupun mancanegara. Bagaimana, Teman Traveler, apakah kamu pernah menyadarinya?

Bandara H Aroeppala Selayar

Bandara H Aroeppala Selayar, via Instagram/risna_asminBandara H Aroeppala Selayar, via Instagram/risna_asmin
Bandara H Aroeppala Selayar, via Instagram/risna_asmin

Tidak hanya di kota besar saja yang memanfaatkan bahasa daerahnya untuk pembacaan informasi, Sulawesi Selatan juga. Ada namanya Bandara H. Aroeppala Selayar, Sulawesi Selatan. Selain Inggris dan Indonesia, pihak bandara juga menggunakan bahasa daerah setempat yakni Selayar. Kebijakan penggunakan bahasa Selayar ini sudah dilakukan sejak Februari 2017.

Penggunaan bahasa lokal di bandara internasional ini sebagai bentuk pengenalan kepada wisatawan mancanegara juga supaya makin cinta Indonesia. Memang makin bangga saja. Ke depannya semoga lebih banyak stasiun dan bandara dengan Bahasa Daerah untuk informasinya. Next

ramadan
Nasi Gandul di Semarang

Pilihan Nasi Gandul di Semarang, Mau Coba yang Mana?

Togean National Park, a Hidden Paradise in Central Sulawesi