in , ,

Etika Membawa Tas Ransel di Pesawat ala Garuda Indonesia

fi etika membawa tas ransel

Beberapa waktu lalu Sandiaga Uno Menparekraf memperlihatkan etika penumpang yang benar saat membawa tas punggung di pesawat terbang. Berikut etika membawa tas ransel di pesawat ala Garuda Indonesia. Simak penjelasan di bawah ini.

Baca juga : Soto Sawah Bu Haji Hadi, Memanjakan Lidah Sejak 60-an

Jinjing Tas Ransel Saat Boarding

Dikutip dari Kompas.com etika pertama adalah menjinjing tas ransel di bagian depan mulai dari boarding gate, jembatan area boarding ke dalam pesawat dan turun dari pesawat. Alternatifnya bisa dengan menaruh tas di atas koper kabin jika membawanya.

Dalam video yang diunggah Menparekraf Sandiaga Uno, dikatakan bahwa menjinjing tas ransel adalah cara nyaman bagi penumpang ketika boarding. Dengan menjinjing tas punggung ini tidak membahayakan orang lain karena bisa saja tidak sengaja memukul penumpang lain di belakang ketika hendak memakai tas ransel. Jika tas dipakai saat di kabin pesawat juga bisa mengarah tak sengaja memukul wajah penumpang lain yang sedang duduk.

Etika Menghargai Orang Lain

etika menghargai orglain
Ilustrasin via pexels Dids

Selanjutnya menurut Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjelaskan bahwa membawa tas ransel dengan dijinjing bukanlah peraturan yang harus dipatuhi melainkan sudah menjadi etika untuk menghargai orang lain. Selain itu memberikan rasa nyaman antara sesama penumpang pesawat.

Perhatikan Juga Berat Tas

perhatikan juga berat tas
Ilustrasi via pexels Vinta Supply Co. | NYC

Kemudian perhatikan juga berat tas ransel yang Teman Traveler bawa, sebab setiap maskapai penerbangan memiliki aturan terkait berat dan ukuran maksimal. Seperti Garuda Indonesia mengizinkan penumpang membawa barang berdimensi tidak lebih dari 56 cm x 36 cm x 23 cm dan berat tidak lebih dari 7 kg.

Demikian penjelasan etika membawa tas ransel di pesawat ala Garuda Indonesia yang bisa Teman Traveler terapkan ketika akan terbang dengan maskapai penerbangan. Jangan lupa selalu menerapkan protokol kesehatan. Next

ramadan
fi jgn dilakukan di korsel

5 Hal ini Jangan Dilakukan Saat Berwisata di Korea Selatan

fi kue khas natal di jerman

Kue Natal di Jerman, Pelengkap Kehangatan Malam Kudus