in , ,

Keramaian Manusia di Festival Labuh Laut Pantai Popoh Tulungagung

Sebagai wujud permohonan agar dilimpahkan hasil bumi dan laut warga Tulungagung

TemanTraveler, sudah sejak lama Pantai Popoh Tulungagung dikenal menjadi kawasan pantai sakral dengan beragam kearifan sejarahnya. Tidak hanya corak bangunan yang berdiri di sana saja, tradisi masyarakat dalam Festival labuh laut turut menyisakan cerita menarik. Penasaran? Mari ikuti perjalan ke pantai popoh.

Baca juga : Hotel Malang Batu dengan Arena Permainan anak, Liburan Keluarga Jadi Makin Sempurna

Wujud Doa Meminta Kelancaran Panen

dsc00108_nTN.jpg

Persiapan arak-arak pembawa sesaji larung (c) Akbar Dedy P/Travelingyuk

Seperti halnya agenda labuh laut di kawasan pantai terkenal lain di Indonesia. Oleh para nelayan setempat, ajang labuh laut turut serta menjadi rutinan sedekah bumi bagi para nelayan. Tidak lupa pada agenda itu, para nelayan turut menggelar doa bersama pada Tuhan agar diberikan kelancaran panen hasil laut tahun depan.

Meski ajang labuh laut kini mulai ngetren di beragam pantai kota marmer, Tulungagung. Agenda tahunan yang biasanya digelar di penutup bulan Muharram, atau bulan Suro dalam penanggalan Jawa.

Tepat berada di pantai Popoh dijamin akan sangat berkesan untuk dinikmati, tentu lantaran agenda labuh laut milik kawasan tersebut menjadi yang paling tua di kota.

Menarik perhatian gelombang lautan manusia

dsc00069_d68.jpg

Nuansa labuh laut sebelum pemberangkatan perahu (c) Akbar Dedy P/Travelingyuk

Tepat ditahun 2019 agenda labuh laut di pantai Popoh digelar di pertengahan September. Beragam kegiatan seperti halnya upacara adat berbalut aneka pakaian adat khas Jawa.

Rebut isi tumpeng raksasa secara masal, larung sesaji sampai ke tengah laut, hingga penutupan agenda berupa gelaran pentas kesenian dan wayang semalam suntuk. Menjadi penutup sempurna liburan Teman Traveler yang singgah ke pantai berikon Reco Pentung.

dsc00030_FOJ.jpg
Perahu larung laut (c) Akbar Dedy P/Travelingyuk

Teman Traveler, agenda sedekah bumi labuh laut memang menjadi ‘gong’ bagi rangkaian paket wisata di pantai Popoh. Selain karena pantai itu
sejatinya memang memiliki tingkat kekentalan cerita mistik bersejarah.

Festival Dapat Dinikmati Secara Gratis

dsc00220_C8y.jpg

Nuansa larung sesaji di tengah laut Popoh (c) Akbar Dedy P/Travelingyuk

Lekat dengan cerita turut temurun masyarakat beradat Jawa, kesadaran masyarakat di desa dalam menjunjung kelestarian tradisi turun-temurun itu pun bak gayung bersambut. Saking sakralnya, jika pada hari biasa wisatawan akan dikenai biaya masuk, saat festival labuh laut berlangsung.

Memasuki area pantai, ikut kegiatan berebut tumpeng masal ataupun naik perahu nelayan untuk berpartisipasi dalam agenda larung sesaji, para pengunjung tidak akan dipungut biaya sepeserpun.

Keren gak Teman Traveler? Udah dapat view indah cuma-cuma, ikut bersama pengunjung lain menikmati sensasi naik perahu nelayan pun tidak kena biaya! 

Selalu digelar tepat hanya dipenghujung Muharram atau bulan Suro

dsc00232_vCA.jpg
Sesajian dalam agenda larung laut foto Akbar Dedy P.

Bulan Muharram, atau dalam istilah Jawa kita kenal sebagai bulan Suro, memang memiliki kesan sakral tersendiri.  Teman Traveler, sudah menjadi
kepercayaan turun temurun bagi warga sekitar saat kalender jatuh pada bulan tersebut.

Menjadi ajang terbaik memanjatkan doa bersama, tidak lupa beserta menjadi waktu yang tepat untuk ajang bersucikan diri dengan bersedekah hasil laut. Tidak hanya berdoa agar ikan panen di musim selanjutnya akan melimpah, tidak lupa bentuk rasa cinta warga sekitar pada leluhur juga dilantunkan melalui doa.

dsc00141_PD6.jpg
Doa yang dipimpin tetua desa Besole (c) Akbar Dedy P/Travelingyuk

Hal itu dilakukan dalam perwujudan rasa syukur atas jasa mereka ‘babat’ kawasan tersebut, sehingga kini kawasan itu telah menjadi desa kaya akan limpahan hasil alam.

Memasuki komplek wisata, aroma wangi kemenyan dan beragam sesajian khas masyarakat Jawa, dalam hal ini Buceng kuat, Sekul Brok, Matri Mule dan lain-lain begitu kentara terlihat dikawasan wisata.

dsc00132_m3m.jpg
Tumpeng raksasa dalam agenda larung laut (c) Akbar Dedy P/Travelingyuk

Asal tahu saja, Teman Traveler sesajian tersebut lah yang kemudian akan dilarung ke tengah laut. Kegiatan tersebut berlangsung seusai agenda doa bersama serta moment berebut tumpeng raksasa.

Semua rangkaian agenda tersebut akhirnya semata-mata digelar dalam rangka untuk nguri-nguri tradisi, serta tidak lupa sebagai ajang menarik perhatian wisatawan agar singgah. Tepat di pantai Popoh, semua keindahan pesona alam eksotis akhirnya berpadu dengan tradisi masyarakat menghargai sejarah setempat.

dsc00194_P3d.jpg

Perahu nelayan yang ikut dalam agenda larung sesaji (c) Akbar Dedy P/Travelingyuk

Pastikan Teman Traveler pilih tanggal yang tepat untuk datang, sekaligus berlibur menikmati keindahan ragam pantai menarik di sebelah selatan kota marmer, Tulungagung.

Ikut langsung dalam tradisi yang telah digelar sejak puluhan tahun lalu, mungkin bisa jadi akan menjadi pelipur kerinduan Teman Traveler pada keindahan tradisi masyarakat Jawa lampau.

Demikian perjalan Festival Labuh Laut di Pantai Popoh. Bagaimana tertarik mengikutinya wisata budaya di Pantai Selatan? Bila belum sempat datang tahun ini, bisa agendakan di kesempatan selanjutnya, ya. Next

ramadan
Waduk Malahayu Brebes (c) Adinda Dilafanny Travelingyuk

Pesona Waduk Malahayu di Brebes, Serasa Tak Ingin Berpaling

5 Biaya Persiapan Liburan, Alokasikan Jauh-jauh Hari