in , ,

Uniknya Festival Nadran, Mengarak Ratusan Patung di Cirebon

Festival Nadran sebagai prosesi wujud syukur hasil laut

Kabupaten Cirebon terdapat suatu tradisi turun-temurun yang digelar setiap tahunnya, yakni acara festival budaya biasa disebut sebagai nadran atau pesta laut. Uniknya Festival Nadran ini adalah mengarak ratusan patung. Penasaran dengan prosesi Festival Nadran ini? Yuk simak perjalanan berikut.

Baca juga : Fremantle Market, Pasar Favorit Turis di Australia Barat yang Bikin Betah

Sebagai Rasa Syukur Hasil Tangkap Nelayan

img_20191024_wa0017_mru.jpg
Salah satu patung dalam festival mengarak patung (c) Adinda dilafanny/Travelingyuk

Sebagai warisan budaya, Tradisi Nadran merupakan salah satu bentuk rasa syukur para nelayan tentang hasil tangkapan ikannya. Uniknya, pada pagi hari acara nadran dilaksanakan dilaut dengan melempar kepala kerbau.

img_20191024_wa0016_8uU.jpg
Patung Rajawali (c) Adinda dilafanny/Travelingyuk

Sebagai harapan agar hasil tangkapan nelayan semakin melimpah juga dipercaya sebagai penolak bala. Bagi yang ingin melihat prosesi ini bisa hadir pagi hari sekitar jam 6 di bawah jembatan Condong.

Prosesi Acara Arak-Arakan Patung

img_20191024_wa0015_gXk.jpg
Patung macan (c) Adinda dilafanny/Travelingyuk

Nah, sekitar pukul 1 siang, karnaval di alun-alun Gunung Jati dimulai. Disini terdapat tradisi mengarak patung-patung replika buatan warga Gunung Jati dan sekitarnya yang berjumlah ratusan patung.

Satu patung biasa didorong oleh belasan orang. Tinggi patung bisa mencapai 3 meter atau lebih. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun banyak yang ikut serta mengarak patung-patung replika tersebut.

img_20191024_wa0018_sDw.jpg
Patung Naga (c) Adinda dilafanny/Travelingyuk
img_20191024_wa0020_0RD.jpg
Patung Naga (c) Adinda dilafanny/Travelingyuk

Dimeriahkan Oleh Warga Sekitar

img_20191024_wa0019_4wE.jpg
Peserta memakai kostum di Festival Nadran (c) Adinda dilafanny/Travelingyuk

Festival budaya ini biasa dihadiri oleh ribuan orang dari berbagai daerah. Mereka memadati area alun-alun Gunung Jati sampai Krucuk. Karena hal itu pula, jalan raya akan ditutup sementara untuk melancarkan festival ini. Biasanya, jalan raya akan dibuka kembali saat sore hari. Jalanan kembali normal sekitar pukul 8 sampai 9 malam. 

Keuntungan Bagi Pedagang

img_20191024_wa0024_NPg.jpg
Pedagang di Festival Nadran (c) Adinda dilafanny/Travelingyuk

Salah satu yang diuntungkan disini juga ialah para pedagang, terutama pedagang minuman dingin disepanjang jalan diadakannya festival. Bukan pedagang menetap saja, melainkan pedagang dadakan yang sengaja memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup rezeki.

Pedagang pakaian, tas, boneka, topi, serta aksesoris fashion lainnya juga memadati alun-alun. Tak perlu khawatir dengan harganya, para pedagang mematok harga terjangkau.

Mengarak patung ini berlangsung hingga sore hari. Setelah sore hari, pengarak patung akan kembali ke alun-alun Gunung Jati untuk menunggu pengumuman siapa yang menjadi juaranya. Berbagai hadiah telah disiapkan panitia untuk pemenang pertama sampai sepuluh.

Patung Hasil Karya Para Pemuda Setempat

img_20191024_wa0014_qNS.jpg
Salah satu patung naga (c) Adinda dilafanny/Travelingyuk

Oh iya, dana yang digelontorkan pemuda untuk membuat satu patung ini bisa mencapai belasan juta rupiah, lho! Setelah festival selesai, tidak jarang pula ada yang menawar atau melelang patung-patung replika tersebut dan dibawa keluar kota.

Di alun-alun pun disediakan panggung, ditampilkan hiburan seni sampai sandiwara pada malam harinya. Sandiwara ini biasa dimulai di atas jam 9 malam dan berakhir di atas jam 12 malam. 

img_20191024_wa0022_B6D.jpg
Patung yang berhasil mendapatkan juara ke-10 (c) Adinda dilafanny/Travelingyuk
img_20191024_wa0021_Llp.jpg
Hiburan seni di Festival Nadran (c) Adinda dilafanny/Travelingyuk

Selain panitia dan keluarga keraton yang menghadiri Festival Nadran. Juga dimeriahkan oleh bintang tamu yaitu seorang komedian, Kiwil. Dia membagikan beberapa hadiah kepada penonton yang bisa menjawab pertanyaan seputar nadran dan budaya Cirebon. 

Oh iya, kamu bisa berlayar dilaut dengan perahu ketika pagi hari. Di atas perahu juga telah disediakan berbagai makanan untuk dinikmati bersama. Siangnya menonton festival budaya di alun-alun Gunung Jati sampai Krucuk.

Pulangnya kamu bebas memilih makanan yang tersedia sepanjang
jalan diadakannya festival, dan berburu kebutuhan fashion. Menarik bukan? 

Itulah keunikan tradisi yang ada di Kabupaten Cirebon. Festival ini dilaksanakan hanya satu hari antara bulan September-November setiap tahunnya. Teman Traveler jangan lewatkan pada tahun depan saat berkunjung ke Kota Cirebon. Next

ramadan

Popina Gandok, Tawarkan Kuliner Enak dan Pemandangan Elok

Pantai Sedahan, Kemping Ceria Ditemani Milky Way di Gunungkidul