in , ,

Gunung Kembang Wonosobo, Pesonanya Kian Populer di Kalangan Pendaki

Kian Populer, Gunung Kembang Wonosobo Menjadi Target Para Pendaki

Gunung Kembang
Gunung Kembang

Wonosobo terkenal dengan pegunungan cantik yang memesona. Seperti Sumbing, Sindoro dan Prau yang sudah populer dan menjadi destinasi wajib untuk didaki. Namun dari sekian banyaknya daftar wisata alam di kawasan ini, Gunung Kembang Wonosobo belakangan menjadi favorit para pendaki. Apa keunikannya? Yuk, simak ulasan dari Kontributor Travelingyuk, Mohammad Guruh

Baca juga : Tak Perlu Jauh-Jauh, Ini Hotel Romantis Solo untuk Bulan Madu Kahiyang

Dikenal Sebagai Anak Gunung Sumbing dan Sindoro

When you are getting older, you pick your own fight. Which ones are worth fighting for. Which ones are not worth your time. IG @zumeee
Pesona ala yang mengagumkan di Wonosobo via instagram/@zumeee

Semenjak di buka jalur baru, wisata alam yang berlokasi di Desa Blembem, Kaliurip, Kertek, Wonosobo, Jawa Tengah ini selalu ramai dan tak pernah sepi. Meskipun terdengar asing, pesona keindahan yang ditawarkan bikin mata tak bosan memandang. Jika dilihat dari Prau, terlihat jelas Gunung Sumbing dan Sindoro. Tepat di belakangnya, ada bukit kecil yang disebut Gunung Kembang. Tingginya hanya 2320 mdpl, dan sering disebut sebagai anak dari Sumbing dan Sindoro.

Ketinggian yang Kian Bertambah

Gunung Kembang
Gunung Kembang via Instagram/@pradityoad

Menurut pengakuan masyarakat setempat, sepuluh tahun yang lalu tingginya hanya 1.200 mdpl. Namun saat ini terus bertambah hingga mencapai 2.000 mpdl. Adanya peningkatan ketinggian tersebut disebabkan oleh aktivitas magma gunung Sindoro yang mengalir ke Gunung Kembang. Dari aktivitas itulah menyebabkan ketinggiannya terus bertambah setiap tahun.

Banyak Ditemui Berbagai Macam Bunga

Kuat tak lakoni, nek ra kuat yo leren sik. Ojo di tinggal ngopi IG@nhaa_dutt
Sudut lain dari Gunung Kembang di Wonosobo via instagram/@nhaa_dutt

Asal usul dinamai gunung Kembang karena banyak dijumpai berbagai macam jenis bunga atau kembang. Bahkan tim dari IPB (Institut Pertanian Bogor) pernah melakukan penelitian. Dari penelitian tersebut bisa dapat disimpulkan, terdapat 100 jenis spesies bunga Anggrek termasuk jenis yang langka. Selain menikmati kegagahan gunung, melihat ratusan jenis bunga di dalamnya akan menjadi pengalaman yang berkesan.

Makin Populer di Kalangan Pendaki

Ramainya para pendaki yang ngecamp IG@wahyulewandowski
Ramainya para pendaki yang ngecamp via instagram/@wahyulewandowski

Pada mulanya, gunung ini jarang didaki karena banyak menyimpan cerita mistis. Hanya penduduk setempat saja yang mendaki untuk keperluan semedi. Namun setelah dibuka jalur baru yang bernama jalur Blembem, Gunung Kembang makin populer di kalangan pendaki. Alasannya karena jalur baru tersebut mudah diakses, bersih dan terawat. Tak heran jika tiap minggunya, puncak gunung ini ramai pendaki.

Pemandangan di Jalur Pendakian Gunung Kembang

Perjalanan awal gunung Kembang, di awali dengan melalui perkebunan teh IG @nhaa_ndutt
Perjalanan awal gunung Kembang via instagram/@nhaa_ndutt

Untuk mendaki Gunung Kembang bisa melalui jalur Desa Lekong ataupun Desa Keseneng Kecamatan Garung. Namun disarankan mengambil rute baru yaitu via Blembem Kretek. Dengan melalui rute Blembem, Teman Traveler akan dimanjakan dengan hamparan perkebunan teh yang menawan. Jalur tersebut merupakan lahan perkebunan teh yang kini telah dibuka untuk jalur pendakian umum. Sementara jalur Desa Lekong biasa digunakan masyarakat setempat untuk kegiatan ritual semedi.

Banyak pilihan moda transportasi baik dari arah Jakarta, Bandung atau pun dari selatan Jawa. Terminal Mendolo Wonosobo menjadi titik poin sebelum menuju Basecamp Blembem. Agar lebih mudah, dari terminal dilanjutkan menggunakan jasa ojek sampai basecamp. Bisa juga dengan mencarter kendaraan angkot jika mendakinya dengan jumlah rombongan.

Jadi bagaimana? Teman Traveler tertarik untuk mendaki gunung Kembang Wonosobo yang namanya kini kian populer. Jangan lupa share fotonya dan tag Travelingyuk ya! Next

ramadan

Written by Mohammad Guruh

Penulis adalah kontributor lepas di travelingyuk.com

Wisata Belanja Instagenic, Ketika Foto di Kawasan Berjualan Jadi Keseruan yang Harus Kamu Rasakan!

Warung rawon di Batu

Warung Rawon Jami’ah di Batu, Hadirkan Kelezatan Sejak Tahun 1950