in ,

Kafe Klasik di Jakarta, Nongkrong Sekaligus Nostalgia

Bangunan Klasik dan Suasana Tempo Dulu, Bikin Betah Berlama-lama Hangout

Suasana megapolitan di Jakarta terkadang menjadi daya tarik tersendiri untuk sebagian orang. Gemerlap lampu kota di malam hari membuat suasana semakin meriah adalah salah satu alasannya. Tidak sulit untuk menemukan restoran dengan pemandangan dari ketinggian gedung pencakar langit Jakarta. Namun jika ingin mencoba suasana baru, kamu dapat mencoba kafe klasik di Jakarta. Empat tempat ini dapat masuk dalam daftar perjalananmu saat datang ke ibukota.

Baca juga : Burung Raksasa di Pulau Burong Belitung, Pesonanya Siap Bawa Kamu Terbang

1. Pantjoran Tea House

Lokasi Pantjoran Tea House via instagram/iamjoestagram

Kafe klasik di Jakarta yang bisa dicoba pertama adalah Pantjoran Tea House. Berlokasi di salah satu lokasi perdagangan Jakarta pada zaman dulu, tempat ini kental dengan nuansa oriental yang kuat. Dulunya tempat ini beroperasi sebagai apotek yang berdiri di ujung jalan Pancoran. Fokus utama tempat ini memang berada di seputaran sajian teh, namun kamu juga tetap dapat menyajikan hidangan yang lezat.

2. Cafe Batavia

Bagian depan Cafe Batavia via instagram/iyaka__pakis

Cafe Batavia merupakan salah satu bangunan yang ikonik di kawasan Kota Tua. Nuansa klasik telah terlihat kuat dari bagian depan bangunannya. Kafe ini baru beroperasi pada tahun 1991. Namun bangunannya telah berdiri mulai tahun 1850 yang dulunya berfungsi sebagai kantor administrasi VOC.

3. Semasa di Kota Tua

Interior di Semasa di Kota Tua via instagram/nugrahafiandri

Tempat hangout ini berada di lantai tiga Gedung Olveh. Di sini kamu dapat menikmati berbagai macam varian kopi maupun teh. Salah satu menunya yang unik adalah Blue Grass Ice, minuman ini dapat berubah warna setelah dicampur dengan jeruk nipis. Dari jendela kamu dapat menyaksikan hiruk pikuk Stasiun Jakarta Kota.

4. Kedai Seni Djakarte

Juga terdapat tempat outdoor di Kedai Seni Djakarte via instagram/sharofaaa___

Kafe klasil di Jakarta lainnya adalah Seni Djakarte. Bangunannya terdiri dari dua lantai dengan desain Kolonial yang kuat. Pada tahun 1983, tempat ini merupakan gudang distribusi alkohol sebelum dikirim ke apotek. Jendela-jendela dan pintu kuno masih memiliki bentuk aslinya. Selain itu kamu juga dapat duduk santai di bagian luar ruangan Kedai Seni Djakarte.

Dengan lokasinya yang berada di tengah-tengah kota megapolitan, tempat-tempat ini terlihat sangat mencolok dan berbeda. Nuansa klasik dengan tatanan tempat yang mengandung nilai estetik adalah penyebabnya. Adakah satu dari empat lokasi tersebut yang sudah pernah kamu kunjungi? Next

ramadan
12 Tempat Wisata Indonesia yang Dilalui Pawai Obor Asian Games

12 Tempat Wisata Indonesia yang Dilalui Pawai Obor Asian Games

Keseruan di Emmerick Adventure Park

D’Emmerick Adventure Park, Bermain di Alam Bebas Salatiga