in , ,

Klenteng Sam Poo Kong, Jejak Megah Laksamana Cheng Hoo di Semarang

Menjelajah Sudut-sudut Indah Klenteng Sam Poo Kong

Berfoto di Klenteng Sam Poo Kong
Berfoto di Klenteng Sam Poo Kong (c) Esti Traveler/Travelingyuk

Semarang memiliki banyak sudut menarik untuk dijelajahi. Salah satunya adalah Klenteng Sam Poo Kong, jejak megah Laksamana Cheng Hoo. Pria berkebangsaan Tiongkok tersebut merupakan penjelajah samudra dari Abad ke-14 Masehi.

Baca juga : Akasa Kintamani Coffee & Bakery, Ngopi Ditemani Cantiknya Kintamani

Klenteng terbesar di Sam Poo Kong (c) Esti Traveler/Travelingyuk

Laksamana muslim yang juga sering disebut Cheng Ho atau Zheng He tersebut pernah menjejakkan kaki di beberapa wilayah di Indonesia. Selain Semarang, ia diketahui sempat menyambangi Surabaya dan Palembang. Khusus di Kota Lumpia, semua jejak kunjungan Cheng Hoo bisa dilihat di Klenteng Sam Poo Kong.

Jejak Perjalanan Sang Laksamana

Salah satu klenteng megah di kawasan Sam Poo Kong (c) Esti Traveler/Travelingyuk

Begitu masuk ke komplek Sam Poo Kong, Teman Traveler akan disambut beragam corak merah khas Tionghoa. Di gerbang masuk klenteng terdapat tulisan besar berbunyi ‘Sam Poo Kong’.

Kawasan ini terdiri dari beberapa klenteng besar peninggalan
Cheng Hoo yang masih terjaga keasliannya. Teman Traveler juga bisa melihat sebuah patung besar Sang Laksamana, dengan tinggi 10 meter dan berat 4 ton. Konon merupakan terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Berikutnya Teman Traveler bisa mempelajari relief panjang yang mengisahkan perjalanan Cheng Hoo selama mengarungi berbagai belahan dunia. Informasi ini dikemas dalam ukiran indah di sekujur dinding klenteng. Masing-masing relief dilengkapi penjelasan dalam tiga bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Inggris dan Mandarin.

Empat Klenteng Besar

Pintu gerbang yang mirip Forbidden City di Tiongkok (c) Esti Traveler/Travelingyuk

Total ada empat klenteng di Sam Poo Kong, yaitu Klenteng Dewa Bumi, Juru Mudi, Sam Poo Tay Dijen, dan Kyai Jangkar. Klenteng Dewa Bumi diperunttukkan bagi penganut aliran kepercayaan Kong Hu Chu dan Taoisme.

Sam Poo Tay Dijen menjadi klenteng terbesar di kompleks ini. Hal inilah yang membuatnya juga sering disebut sebagai Klenteng Sam Poo Kong. Menariknya, di dalam bangunan peribadatan ini terdapat sebuah sumur dengan sumber air yang tidak pernah habis. Selain itu ada Goa Sam Poo yang letaknya persis di bawah klenteng.

Atap klenteng utama Sam Poo Tay Dijen dihiasi dengan puluhan lampion, membuat panorama sekitarnya kelihatan semakin indah. Jika masuk ke bagian dalam, Teman Traveler akan menemukan sebuah beduk unik ala Tiongkok.

Suasana ala Forbidden City

Patung Laksamana Cheng Hoo (c) Esti Traveler/Travelingyuk

Kompleks Klenteng Sam Poo Kong memiliki gaya arsitektur dan atmosfer mirip Forbidden City di Tiongkok. Jadi, Teman Traveler tak perlu jauh-jauh pergi ke luar negeri. Cukup datang ke Semarang untuk berfoto dengan suasana ala negeri Tirai Bambu.

Sam Poo Kong sendiri juga melambangkan akulturasi budaya Jawa dan Tiongkok, terutama dalam bentuk fisik bangunan klenteng. Teman Traveler bahkan bisa menemukan sebuah masjid kuno berarsitektur ala Tiongkok di sekitar ini. Tak hanya itu, tempat ini juga sering menggelar banyak festival kebudayaan.

Berfoto di Sam Poo Kong (c) Esti Traveler/Travelingyuk

Klenteng Sam Poo Kong terletak di Jalan Simongan Raya no. 129, Semarang, Jawa Tengah. Destinasi ini buka mulai pukul 08.00 hingga 20.00. Harga tiket masuknya Rp25.000 per orang.

Bagaimana Teman Traveler, menarik bukan menjelajah Klenteng Sam Poo Kong? Selain berwisata sembari berpose di spot-spot foto kece, kalian juga bisa belajar tentang banyak sejarah menarik di sini.  Next

ramadan
Pantai Nglinci di Tulungagung

Ngaku Penjelajah Alam? Wajib Kunjungi 4 Pantai Cantik Tulungagung Ini

Luweng Sampang Waterfall, a Wonderfully Unique Waterfall