in , ,

MTL Soedirman, Mengenal Kehidupan Sang Jenderal di Purbalingga

Milenial wajib datang ke sini!

MTL Soedirman
jenderal soedirman

Purbalingga merupakan kota yang dikenal dengan destinasi wisata yang sarat akan nilai historis. Salah satunya terdapat Monumen Tempat Lahir (MTL) Panglima Besar Jenderal Soedirman atau yang biasa disebut dengan MTL Soedirman. Intip yuk perjalanan kehidupan sang Jenderal berikut ini.

Baca juga : Forest Walk Babakan Siliwangi, Nikmati Hutan Sambil Belajar Tentang Lingkungan

Disambut meriam dan tank panser

20190908_113746_01_1__Xt2.jpeg
Tank Panser di Depan Halaman MTL Soedirman (c) Eva Oktafikasari/Travelingyuk

MTL Soedirman terletak di Dukuh Rembang, Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga. Lokasinya memang jauh dari pusat kota, jika Teman Traveler sudah berada di Alun-alun Purbalingga butuh waktu sekitar 45 menit untuk sampai di MTL Soedirman.

20190908_113739_01_1__yVx.jpeg

Salah Satu Meriam di Halaman Depan MTL Soedirman (c) Eva Oktafikasari/Travelingyuk

Meskipun perjalanannya cukup jauh, namun perbukitan dan hijaunya area persawahan yang indah bisa menjadi teman perjalanan menuju lokasi. Sesampainya di wilayah MTL Soedirman, nantinya Teman Traveler akan disambut oleh dua buah meriam dan satu tank panser. Ketiga benda khas militer ini merupakan hadiah yang diberikan oleh TNI Angkatan Darat.

Saksi bisu kelahiran Sang Panglima Besar

img_0182_uLt.jpg
Kamar Tempat Dilahirkannya Jenderal Soedirman (c) Eva Oktafikasari/Travelingyuk

MTL Jenderal Soedirman dibangun di atas lahan seluas 3,5 hektar. Bangunan ini diresmikan pada tahun 1977 oleh Wapangab Jenderal Soerono. Monumen ini dibangun dengan tujuan untuk mengenang dan menghargai jasa-jasa Jenderal Soedirman sekaligus pengingat penerus bangsa untuk menghargai jasa pahlawannya.

Monumen ini merupakan duplikat rumah dilahirkannya Jenderal Soedirman. Selain itu, di sini juga dilengkapi fasilitas seperti pendopo, relief, masjid, serta aula untuk berbagai kegiatan.

img_0189_mTD.jpg

Ayunan Bambu untuk Menimang Bayi Soedirman (c) Eva Oktafikasari/Travelingyuk

Rumah joglo berdinding gedheg (dinding berbahan anyaman bambu) inilah yang menjadi saksi bisu lahirnya seorang panglima besar, putra terbaik Purbalingga yang berjuang demi kemerdekaan.

Di rumah duplikat tersebut, pengunjung bisa melihat kamar tempat Jenderal Soedirman dilahirkan dengan ayunan bambu yang digunakan saat menimang. Tidak hanya itu, Teman Traveler juga bisa melihat gambaran saat beliau digendong oleh sang ibu melalui diorama yang dipajang.

Koleksi peninggalan keluarga Jenderal Soedirman

MTL Soedirman
Suasana Ruang Tamu di Rumah keluarga Jenderal Soedirman (c) Eva Oktafikasari/Travelingyuk

Selain ayunan bambu, terdapat banyak benda-benda peninggalan keluarga Jenderal Soedirman lainnya seperti risban (kursi kayu panjang dengan alas bambu), ranjang berkelambu putih, lemari kayu, keranjang bayi, kursi-kursi rotan, meja-meja kayu, gogok (bejana dari tanah liat), pekinangan (tempat menyimpan peralatan untuk Nginang atau Tradisi Bersirih), dan kaca antik.

MTL Soedirman
Koleksi Lukisan Jenderal Soedirman di MTL Soedirman (c) Eva Oktafikasari/Travelingyuk

Di kamar tempat kelahirannya juga dilengkapi dengan koleksi lukisan Jenderal Soedirman beserta kata-kata motivasi yang diucapkan langsung oleh beliau. Kalimat penyemangat tersebut dipahat dalam marmer hitam berbentuk persegi.

MTL Soedirman
Diorama Saat Jenderal Soedirman Pulang dari Bergerilya dan Disambut oleh Soekarno-Hatta (c) Eva Oktafikasari/Travelingyuk

Tak hanya itu, terdapat juga delapan diorama yang mengisahkan perjalanan hidup beliau dari kelahirannya sampai saat sepulang dari bergerilya. Sedangkan pada bagian depan, terdapat replika tandu yang digunakan untuk mengusung Jenderal Soedirman kala bergerilya membelah hutan.

img_0169_1_1__ofM.jpg
Riwayat Singkat Jenderal Soedirman yang dipajang di Aula MTL Soedirman (c) Eva Oktafikasari/Travelingyuk

Relief dan Patung Pramuka Jenderal Soedirman

MTL Soedirman
Relief Kehidupan Jenderal Soedirman dari Kecil hingga Saat Memimpin Perang (c) Eva Oktafikasari/Travelingyuk

Di pelataran monumen Teman Traveler juga bisa melihat gambaran kehidupan sehari-hari Sang Jenderal mulai dari saat muda, saat menjadi guru hingga saat memimpin perang dalam relief sepanjang 10 meter yang dipahat dengan warna kuning keemasan.

img_0163_5T2.jpg
Patung Pramuka Jenderal Soedirman yang Diresmikan oleh Presiden Soeharto (c) Eva Oktafikasari/Travelingyuk

Selain itu, ada sebuah patung yang berdiri gagah dan pastinya akan menarik perhatian. Patung tersebut dinamai dengan Pramuka Jenderal Soedirman dan diresmikan langsung oleh Presiden Soeharto pada 23 Juni 1990.

Sebelum tergabung dengan PETA, beliau merupakan salah seorang pendiri cabang Hizboel Wathan, organisasi kepanduan putra milik Muhammadiyah. Bahkan Soedirman muda pernah menjadi pimpinan Hizboel Wathan cabang Cilacap seusai menyelesaikan pendidikan di Wirotomo.

Siap Hadirkan Wahana Gerilya

img_0170_1_02_gDf.jpg
Peta Perjalanan Gerilya Jenderal Soedirman saat Agresi Militer Belanda II (c) Eva Oktafikasari/Travelingyuk

Untuk meningkatkan jumlah pengunjung dan menarik minat generasi muda, Perumda Owabong selaku pengelola tengah bersiap menghadirkan wahana baru di MTL Soedirman. Wahana baru tersebut adalah Soedirman Point yang menawarkan paket wisata dalam tiga kunjungan tempat yakni Owabong, Golaga, dan Soedirman Point.

Soedirman Point sendiri berkonsep wisata survival hutan ala perang gerilya Jenderal Soedirman yang mengkolaborasikan antara camping ground dan outbond berupa simulasi perang ala militer.

MTL Soedirman
Bekas Gedung Perpustakaan di Kompleks MTL Soedirman yang akan Dialihfungsikan (c) Eva Oktafikasari/Travelingyuk

Tak hanya itu, nantinya Soedirman Point juga akan dilengkapi dengan jeep gerilya untuk menyusuri area hutan, menghadirkan cafe gerilya, dan menambah area audio visual pemutaran film-film kemiliteran dan film gerilya di kompleks MTL Soedirman.

Wah, seru sekali ya menjelajahi MTL Soedirman ini. Sempatkan mampir saat berwisata ke Purbalingga, ya. Next

ramadan
Kolam Lembah Gunung Sari

Lembah Gunung Sari, Sensasi Renang di Alam Pedesaan

Pemandangan dari Bukit Merese

Bukit Merese, Sudut Alam Tiada Dua di Lombok Selatan