in ,

Jalur Pendakian Semeru Kembali Dibuka, Perhatikan Hal Ini Demi Keselamatan Diri

Ketentuan Mendaki Gunung Semeru

Sebagai gunung tertinggi di Pulau Jawa, Gunung Semeru tergolong memiliki panorama yang indah. Ranu Kumbolo yang legendaris juga menjadi daya pikat untuk para pendaki. Pemandangannya memang menakjubkan, danau seluas 24 hektar ini memiliki sunrise yang indah. Setelah ditutup untuk pemulihan ekosistem 1 Januari lalu, saat ini pendakian menuju semeru telah kembali dibuka. Namun sebelum mendaki, perhatikan hal-hal ini ya.

Baca juga : Deretan Kedai Kopi Legendaris Indonesia, Kamu Sudah Coba yang Mana?

Dilarang Mendaki Sampai Puncak Mahameru

Sunrise di Ranu Kumbolo via instagram/@ranggaabi05

Sebagai seorang pendaki gunung, terkadang ambisi untuk menaklukkan puncak memang ada. Namun sebaiknya hal tersebut dihindari. Karena di Gunung Semeru pendakian dianjurkan hanya berhenti di Pos Kalimati, pos terakhir sebelum puncak. Puncak Mahameru yang masih sering batuk dan mengeluarkan abu vulkanik menjadi alasannya. Jaga diri sendiri ya, jangan dilanggar.

Titik camp yang paling menjadi favorit para traveler via instagram/@the_quickers

Segera Cari Pengganti Tisu Basah

Seorang pendaki di Tanjakan Cinta menghadap ke Ranu Kumbolo via instagram/@pejalan_kecill

Penggunaan tisu basah memang sangat diperlukan saat mendaki gunung. Namun tampaknya benda tersebut harus mulai ditinggalkan. Karena semenjak 2017 lalu, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menetapkan regulasi agar pendaki tidak membawa tisu basah. Karena kandungan plastik yang ada di dalam tisu basah membuatnya sulit terurai dengan tanah.

Tenda-tenda pendaki di tepi danau via instagram/@budi_tarjo

Mandi di Ranu Kumbolo memang Terlihat Segar, Tapi Jangan

Pengunjung yang sedang berfoto di tepi danau via instagram/@rosihanf

Melihat air yang tertampung di danau seluas 24 hektar memang tampak menyegarkan. Namun jangan sekali-kali menggunakan danau yang indah ini untuk mandi atau berenang. Air di tempat ini memang dijaga kebersihannya agar dapat digunakan untuk keperluan memasak atau minum para pendaki.

Oro-oro Ombo, jalur dari Ranu Kumbolo menuju Kalimati via instagram/@men_gembara

Daftar Duluan, Agar Dapat Kuota

Keindahan Ranu Kumbolo dari ketinggian via instagram/@kijanglawu

Karena semakin banyaknya pendaki yang naik ke Gunung Semeru, TNBTS memberlakukan metode kuota. Dalam satu hari hanya 500 orang mendapat izin mendaki. Agar tetap dapat mendaki, kamu dapat melakukan booking online dari jauh-jauh hari. Pendaftaran ini dapat diakses melalui www.bromotenggersemeru.org.

Seorang pendaki perempuan yang di tepi Ranu Kumbolo via instagram/@dewii_syafa

Semeru memang seru untuk didaki, namun tetap taati peraturan yang berlaku ya. Peraturan dibuat agar alam dan manusia bisa bersinergi dan alam pun bisa terus lestari. Buat kamu yang sudah tak sabar menikmati keindahan Semeru, perhatikan aturan lalu buruan registrasi! Next

ramadan

Rujak Manis di Surabaya, Kuliner Pedas yang Menggugah Selera

Ledok Ombo

Ledok Ombo, Menikmati Alam Sekaligus Makan di Malang