in , , ,

Back to Nature! Staycation ala Ubud di Didu’s Homestay Banyuwangi

Tetap di Daerah Jawa tapi Bisa Merasakan Sensasi Menginap Layaknya Ubud Bali

Lobby Didu's Homestay (c) Marmur/Travelingyuk
Lobby Didu’s Homestay (c) Marmur/Travelingyuk

Yuk liburan tipis-tipis ala-ala Ubud di Banyuwangi. Lumayan buat menghilangkan penat dan tidak perlu jauh-jauh menyebrang ke Bali. Apalagi kalau hanya punya waktu singkat. Pilihannya kalau tidak short trip ya staycation, tinggal di homestay atau resort saja. Melupakan sedikit kesibukan di kantor atau urusan kuliah dan deadline. Penasaran seperti apa? Berikut ulasan singkatnya.

Baca juga : Kampung Adat Todo, Desa Tertua Tempat Asal Raja Manggarai

Unik

View di Teras Kamar Atau Pondok (c) Marmur/Travelingyuk
View di Teras Kamar Atau Pondok (c) Marmur/Travelingyuk

Ada tempat yang unik mirip-mirip Ubud di Banyuwangi. Lumayan untuk mengobati kangen dengan suasana alam dan gemericik air dari kamar. Namanya Didu’s Homestay. Tidak seperti kebanyakan homestay lain yang merupakan rumah penduduk yang berkonsep modern. Tempat ini mengadopsi konsep back to nature.¬†

Berada di belakang rumah utama atau halaman belakang rumah. Kamar-kamarnya berupa pondok. dari kayu dan bambu. Mirip-mirip dengan rumah tradisional jawa tapi berbentuk panggung. Ada sekitar delapan pondok yang selalu full booked. Saking ramai okupansinya, kadang Teman Traveler tidak bisa melakukan booking lewat aplikasi. Beruntung kalau punya kontak personalnya.

Pondok-pondoknya berada dipinggir-pinggir mengelilingi ruang tengah yang difungsikan untuk pendopo atau ruang tamu. Disana Teman Traveler bisa duduk, membaca, atau sekedar bermalas-malasan di depan televisi.

Etnik

Pendopo di Didu's Homestay (c) Marmur/Travelingyuk
Pendopo di Didu’s Homestay (c) Marmur/Travelingyuk

Meski tidak terlalu kental etnik Bali. Sentuhan-sentuhan Bali masih sedikit terasa di beberapa sudut homestay. Salah satunya di pintu masuk dan disekitar pendopo. Perabot yang digunakan tidak semuanya etnik, tapi tidak meninggalkan kesan cantik.

Di tiap pondok, selalu ada kursi bambu yang dipadukan dengan meja kayu dan diatasnya ada lampu kuno yang digantung sebagai pemanis. Pintu dan kunciannya khas daerah jawa, berdinding anyaman bambu dan tempat tidur yang ditutup dengan kelambu putih.

Kamar mandi dibuat semi outdoor. Hanya bagian shower yang atapnya terbuka. Lainnya masih tertutup sehingga sentuhan alamnya masih bisa di dapatkan. Kamar mandi dan kamar tidur dibatasi dinding bambu dan lapisan kayu dengan pintu berupa tirai kain. Sedangkan toilet dan shower dibatasi dengan shower curtain.

Seolah-olah Di Ubud

Sawah Disekitar Homestay (c) Marmur/Travelingyuk
Sawah Disekitar Homestay (c) Marmur/Travelingyuk

Kenapa seolah-olah ada di Ubud? Selain karena menyatu dengan alam, suasana di hometstay ini hening. Disekitar homestay masih ada banyak lahan-lahan sawah dengan padi yang menghijau, khas Ubud. Teman Traveler akan jarang menemukan tamu domestik di homestay ini. Seringkali turis-turis mancanegara yang menginap bersama pasangan atau keluarga.

Cocok Untuk Family atau Backpaker

Kamar di Didu's Homestay (c) Marmur/Travelingyuk
Kamar di Didu’s Homestay (c) Marmur/Travelingyuk

Untuk harga sekelas homestay memang lebih mahal dua sampai 3 kali lipat. Tapi yang fasilitas dan kenyamanan sebanding dengan harga. Suasana yang akan Teman Traveler dapatkan di sini tidak bisa ditemukan di homestay lain. Tempat ini cocok untuk menginap bersama keluarga atau pasangan. Pondok yang disiapkan ada yang untuk ukuran family dan ada juga untuk dua orang yang masing-masing bisa memilih twin bed atau double bed.

Staycation

Kamar Mandi Semi Outdoor (c) Marmur/Travelingyuk
Kamar Mandi Semi Outdoor (c) Marmur/Travelingyuk

Malas keluar karena memang hanya ingin stay di hotel saat liburan?. Staycation di sini bisa menjadi pilihan Teman Traveler. Meski tidak ada televisi di setiap kamar, keheningannya bisa untuk kontemplasi atau sekedar tidur seharian. Kalau bosan, Teman Traveler bisa ke pendopo untuk berinteraksi dengan tamu-tamu yang lainnya.

Rate

Area Pondok di Didu's Homestay (c) Marmur/Travelingyuk
Area Pondok di Didu’s Homestay (c) Marmur/Travelingyuk

Dibanding homestay kebanyakan, rate-nya lebih mahal. Pengunjung harus membayar sekitar Rp300.000 per malam. Sedangkan homestay lain rate-nya antara Rp50.000 sampai Rp100.000 ribu. Tentunya dengan fasilitas, konsep, dan suasana berbeda.

Lokasi

Detail Jendela dan Lampu Meja di Pondok Didu's Homestay (c) Marmur/Travelingyuk
Detail Jendela dan Lampu Meja di Pondok Didu’s Homestay (c) Marmur/Travelingyuk

Lokasi homestay ini dekat dengan Stasiun Karangasem Banyuwangi. Tapi rutenya agak memutar jika Teman Traveler menggunakan mobil. Lebih gampang akses menggunakan motor atau ojek. Hanya 10 menit saja, Teman Traveler sudah bisa sampai di tempat ini.

Agak bingung mungkin saat pertama kali datang ke sana karena lokasinya bukan di tengah kota. Lebih tepatnya dekat dengan kebun dan sawah. Meski sudah banyak juga rumah disekitar, jangan berharap ada akses jalan besar dan penerangan yang bisa Teman Traveler gunakan untuk berjalan berkeliling area ini pada malam hari. Teman Traveler bisa menggunakan layanan taksi online atau ojek online. Buat yang ingin lebih menantang bisa menyewa kendaraan sendiri. Homestay ini menyediakan sewa kendaraan juga kok. Mau coba? Siap staycation bertema alam di Banyuwangi? Next

ramadan

Written by Marmur

Penulis adalah kontributor lepas di travelingyuk.com

Explore Jalan Braga Seharian, Wisata Kuliner sambil Foto di Spot Instagenic Bandung

Suasana Asri nan Menyegarkan di Curug Jenggala Purwokerto