in ,

4 Surga Alam Indonesia, Masuk Situs Warisan UNESCO

Indonesia adalah negara dengan pemandangan alam yang menakjubkan ditambah lagi jenis satwa dan puspanya

Taman Nasional Ujung Kulon
Taman Nasional Ujung Kulon

Indonesia memiliki keindahan alam yang kaya, berbagai macam tempat wisata ada. Mulai dari bahari, pegunungan, hingga hutan. Beberapa bahkan menjadi situs warisan dunia. Seperti 4 surga keindahan alam di Indonesia berikut ini. Di mana saja? yuk kita simak ulasan di bawah.

Baca juga : Selain Bakpia, Ini 5 Oleh-oleh Kekinian dari Jogja

1. Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh

Taman Nasional Gunung Leuser via Shutterstock

Surga alam Indonesia pertama adalah Taman Nasional Gunung Leuser atau disingkat TNGL sebagai Cagar Biosfer dan World Heritage. Tempat dengan dua status berskala global dari UNESCO ini memiliki luas 1.094.692 hektar. Berada di dua provinsi yaitu Aceh dan Sumatra Utara.

Di dalamnya terdapat beberapa jenis hutan seperti bakau, rawa, hutan hujan dataran rendah, hutan lumut, hingga hutan subalpine. Selain itu juga TNGL mempunyai beberapa kelompok cagar alam dengan berbagai ekosistem.

Ada cagar alam gunung leuser, kappi cagar alam, cagar alam kluet, sikundur-langkat wildlife reserve, Ketambe research station, singkil barat, dan dolok sembilin. Terdapat 380 spesies burung dan 205 spesies mamalia yang dilindungi.

2. Taman Nasional Ujung Kulon, Banten

Taman Nasional Ujung Kulon via Shutterstock

Taman Nasional Ujung Kulon yang berada pada ujung paling barat Pulau Jawa, tepatnya berbentangan di Kecamatan Sumur dan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Beberapa wilayah yang masuk kawasan taman nasional antara lain Pulau Handeuleum, Peucang, Panaitan, hingga Krakatau.

Wisata yang ada di TNUK ini adalah Pulau Handeulum terdapat resort sederhana, Pulau Panaitan surga para surfer profesional, Pulau Peucang yang menjadi tempat berenang, snorkeling, dan juga penginapan resort, Gunung Honje, Sungai Cigenter, Pulau Oar-Umang, dan Padang Cidaon dan Cibunar.

TNUK memilki luas area 122.956 hektar, memiliki beragam flora yang terbagi menjadi berdasarkan tipe hutan, seperti hutan pantai, hutan mangrove, dan padang rumput.

Ada berbagai spesies yang dilindungi anatara lain, 35 jenis mamalia, 5 jenis primata, 240 burung, 59 reptilia, 22 amphibia, 72 jenis insecta, 142 jenis, pisces, dan 33 jenis terumbu karang.

3.Taman Nasional Lorentz, Papua

Taman Nasional Lorentz via Shutterstock

Berlokasi di antara Kabupaten Jaya Wijaya, Kabupaten Paniai, dan Kabupaten Fak-fak ini memiliki habitat yang beragam. Sebagai sebuah habitat alam yang menarik, kawasan taman nasional ini juga menjadi satu di antara tiga wilayah di dunia yang memiliki gletser di daerah tropis.

TNL merupakan bagian dari tempat tinggal suku asli Papua yakni Suku Dani Barat, Suku Nduga, Suku Sempan, dan Suku Asmat, yang telah mendiami wilayah tersebut sejak 30 ribu tahun lalu.

Habitat berbagai macam spesies yaitu 630 jenis burung, 123 mamalia yang terdiri dari megapoda, babi durung moncong panjang, kasuari, babi duri, kus-kus, babi duri moncong pendek, kucing hitam dan masih banyak lagi.

TNL juga memiliki persediaan mineral dan pertambangan yang berskala besar. Di dalamnya terdapat 34 tipe vegetasi seperti hutan rawa, hutang sagu, hutan kerangkas, padang rumput, dan hutan pegunungan. TNL menjadi salah satu ekosistem yang terlengkap untuk keanegaragaman hayati di Asia Pasifik.

Wisata yang bisa dinikmati Teman Traveler, yang menjadi daya tarik adalah puncak tertinggi di tujuh benua, yaitu Cartenz Pyramid. Banyak sekali pendaki tertantang mendaki puncak setinggi 4.884 mdpl, menikmati panorama alam yang langka, area pegunungan bersalju di kawasan tropis.

Di sini juga ada Festival Lembah Baliem yang diadakan setiap bulan Agustus yaitu atraksi perang diantara tiga suku Dani, Lani, dan Yali. Jadi jika datang di bulan Agustus tahun depan usahakan mampir ya.

4.Taman Nasional Betung Kerihun, Kalimantan Barat

Taman Nasional Betung Kerihun via Instagram dmariadakontas

Taman Nasional Betung Kerihun merupakan kawasan konservasi di hulu Sungai Kapuas, Kalimantan Barat. Terbentang dari Kecamatan Embaloh Hulu, Kecamatan Embaloh hilir, dan Kecamatan Putussibau di Kabupaten Kapuas Hulu. Dengan luas 8.000 km2.

Kawasan ini menjadi penghubung antara Gunung Betung dan Gunung Kerihun sebagai penghalang antara wilayah Indonesia dan Malaysia. Seperti TNBK juga ditetapkan sebagai cagar biosfer, memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa.

TNBK menjadi habitat bagi 48 jenis mamalia, 301 jenis burung (151 genus dan famili), 170 jenis insekta, 112 jenis ikan, 52 jenis reptilia, 51 jenis amfibia, 24 jenis endemik Kalimantan, 15 jenis burung migran.

Wisata yang dapat dinikmati di sini adalah, kegiatan dalam air karena TNBK dilewati aliran sungai yaitu rafting, whitewater tracking, dan river tubing. Teman Traveler juga bisa melihat adat dan budaya dari Suku Dayak Iban yang bermukim di daerah hulu.

Demikian 4 keindahan alam surga Indonesia yang masuk situs UNESCO. Bagaimana tertarik berkunjung ke sana? Masukkan dalam destinasi wisatamu selanjutnya. Next

ramadan
Bakauheni

Sunrise Terbaik Selat Sunda dan Rileksasi sejenak di Menara Siger Lampung

Bukit Shoka

Shoka Bukit Senja, Menikmati Sisi Lain Parangtritis