in ,

Berburu Kain Tenun di Nusa Tenggara Timur, Jangan Lupa Borong yang Khas Maumere

Desa Penghasil Kain Tenun di Nusa Tenggara Timur

Tenun Nusa Tenggara Timur
FI Desa Watublapi via Instagram @minming83

Mengulik keindahan Indonesia tidak pernah ada habisnya. Bahkan tidak sekadar dipandang, keelokan Nusantara tergambar jelas pada kain tradisional. Bila Teman Traveler hendak berbubur kain tenun sekaligus berwisata, maka singgahlah ke Nusa Tenggara Timur. Ada kain Maumere sampai Sumba. Pengin tahu, kan? Langsung saja dibaca ulasan berikut.

Baca juga : Ayam Bebek Panggang Pak Man, Sajian Legendaris Jogja

Desa Sikka

Tenun Nusa Tenggara Timur
Kain Tenun Sikka via Instagram @andienaisyah

Bila ingin berburu kain Maumere, Teman Traveler dapat singgah ke Desa Sikka. Daerah ini berada di kawasan pesisir Kecamatan Maumere, Kabupaten Sikka. Sehingga kain tenun ikatnya mempunyai motif bernuansa lautan dengan dominasi warna gelap seperti biru dan hitam.

Terdapat banyak motif yang dapat dipilih; seperti nelayan, sampan, maupun biota laut. Semakin rumit maka durasi pengerjaan juga cukup lama dan harga pun lebih mahal. Tapi tenang saja, Teman Traveler dapat memborong kain tenun ikat Maumere dengan biaya mulai dari Rp100.000an.

Desa Watublapi

Tenun Nusa Tenggara Timur
Penenun di Desa Watublapi via Instagram @minming83

Desa Watublapi menjadi kawasan yang cukup populer sebagai penghasil tenun terbaik di Nusa Tenggara Timur, lokasi tepatnya berada di Kabupaten Sikka. Bila Teman Traveler sampai di gerbang masuk desa, akan disambut dengan tarian dan nyanyian sebagai wujud ucapan selamat datang oleh penduduk setempat.

Desa penghasil kain tenun di Nusa Tenggara Timur ini menghasilkan produk mulai dari sarung tangan, syal sampai ikat kepala. Apabila berniat memborong kain indah ini siapkanlah budget sekitar Rp500.000an.

Desa Nunsaen

Kain Tenun di Fatulehu Tengah via Instagram @ruthlaiskodat

Desa Nunsaen di Kecamatan Fatuleu Tengah, Kabupaten Kupang juga merupakan penghasil tenun khas Nusa Tenggara Timur. Tidak perlu lagi diragukan betapa indah dan berkualitasnya kain di sini, sebab para penenun sudah menggeluti bidang ini semenjak mereka remaja.

Keelokan kain tergambar pada ragam motifnya; di antaranya Fatuleu dan Afuan. Pengerjaan masing-masing karya indah ini bergantung pada tingkat kesulitan motif, antara 3 minggu sampai 1 bulan. Jika Teman Traveler ingin memilikinya, siapkan modal mulai dari Rp100.000an.

Desa Adat Prailiu

Penenun di Desa Adat Prailiu via Instagram @vickaliu

Selanjutnya ada Desa Adat Prailiu yang populer dengan kain tenun Sumba. Motif di kain ini menggambarkan tradisi dan budaya masyarakat Sumba. Keistimewaan lainnya adalah penggunaan pewarna alami mulai dari akar sampai serat kayu.

Saking spesialnya, kain ini bahkan ada yang dibuat dengan durasi sekitar 3 tahun. Tidak usah khawatir dompet tipis, terdapat beragam rentang harga, mulai dari Rp150.000an untuk bisa mendapatkan kain tenun Sumba.

Kalau Teman Traveler keliling wisata Nusa Tenggara Timur, sempatkan berkunjung ke desa penghasil kain tenun, ya. Borong juga kain tenun ikatnya. Next

ramadan

Jennifer Lawrence Bulan Madu ke Sumba, 4 Rekomendasi Wisata Untuk Honeymoon

Hutan Mangrove Lantebung, Indahnya Kesejukan di Sudut Makassar