in ,

Deretan Upacara Adat di Bantul, Ada yang Sempat Dibubarkan!

Mengisi liburan dengan melihat upacara adat di Bantul

Saat ke Jogja Teman Traveler coba untuk mengisi liburan dengan melihat upacara adatnya. Selain menambah pengetahuan sejarah juga jadi tahu kebudayaan apa saja masih dilestarikan serta khas daerah tersebut. Seperti Kabupaten Bantul yang masih menjunjung tinggi adatnya. Apa saja upacara adat di Bantul? Yuk simak perjalanan berikut ini.

Baca juga : Wisata Sejarah Perjuangan Soekarno di Jakarta

1. Odalan

Ilustrasi Upacara Odalan via Instagram devitanmakeup

Odalan merupakan sebuah upacara keagamaan yang dilakukan oleh masyarakat beragama hindu untuk memperingati hari kelahiran pura. Mengenang pertama kali orang suci membuat rumah disertai mrajan atau sanggah (tempat suci untuk rumah pribadi). Dalam setahun hanya dilakukan dua kali upacara yaitu enam bulan sekali.

Beberapa hari yang lalu, telah terjadi pembubaran upacara odalan di Desa Mangir Lor, Sendangsari, Pajangan, Bantul. Masyarakat Hindu di daerah tersebut memang sering berkumpul untuk melakukan kegiatan keagamaan dikarenakan ada situs peninggalan Ki Ageng Mangir.

2. Merti Bumi

Ilustrasi Upacara Merti Bumi via Instagram desa.igirmranak

Merti Bumi adalah upacara adat sebagai wujud syukur dan permintaan warga kepada Tuhan, agar segera diturunkan hujan. Upacara yang dilaksanakan antara bulan Oktober dan November, setiap hari Rabu Kliwon oleh warga Kampung Surocolo Padukuhan Poyahan dan Padukuhan Ngreco, Desa Seloharjo, Pundong, Bantul. 

Prosesi upacara ditandai dengan mengarak gunung sayur mayur dan olahan daging kambing Jawa dari kampung menuju ke sumber mata air Surocolo.

3. Kirab Siwur Jelang Upacara Nguras Enceh

Ilstrasi Kirab Siwur via Instagram bansmarwanto

Kirab yang dilaksanakan menjelang nguras enceh (gentong) jatuh pada pasar kliwon saat bulan suro. Mengenai hari pelaksanaanya ada hari khusus yaitu jika Nguras enceh jatuh pada hari kliwon maka kirab akan dilakukan pada hari wage. 

Kirab ngarak siwur di Kecamatan Imogiri Bantul ini telah memasuki yang ke-20 kali dalam pelaksanaannya. Prosesi adat ini yaitu pertama mengarak delapan gunungan berisi hasil bumi dan tandu berisi siwur atau gayung menuju ke makam raja-raja di Imogiri, kedua serah terima siwur oleh abdi Kesultanan Surakarta dan abdi Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Siwur ini akan digunakan keesokan harinya pada prosesi Nguras Enceh.

4. Jumedhuling Mahesa Sura

Ilustrasi Perayaan Mahesa Sura via Instagram mas_jamboell

Selanjutnya Mahesa Sura yaitu upacara adat menyambut bulan suro. Memiliki kisah awal mula dilaksanakan tradisi ini adalah semenjak munculnya seekor kerbau hitam di malam bulan suro dan mengamuk di desa tersebut. 

Kerbau ini akhinya ditangkap dan dijinakkan lalu digunakan para petani untuk membajak sawah, tak disangka hasil panen melimpah ruah. Sebagai wujud syukur maka diadakan ritual setiap malam 1 suro.

Biasanya setiap desa di Bantul menggelar pentas budaya dan adat Jumedhuling Mahesa Sura ini dengan menampilkan kesenian tari kolosal diiringi gamelan sebelumnya diadakan arak-arakan hasil bumi. 

Demikian beberapa upacara adat di Bantul, bisa dijadikan wisata budaya dan tujuan destinasi berikutnya. Jangan lupa untuk mengunjungi desa-desa tersebut ya Teman Traveler. Next

ramadan
taman bermain mengandung timbal

Bahaya! Taman Bermain Kini Rawan Mengandung Timbal

Salah satu sudut keren Kopi Manyar

Kopi Manyar Bintaro, Ngopi Tersembunyi Nuansa Artsy