in ,

Setelah Berburu Kopi Khasnya, Boleh Juga Nih Mampir Wisata Alam Enrekang

Nggak Cuma Makassar, Sulawesi Selatan juga Punya Enrekang dengan Panorama Wisata Alam Elok

Wisata Alam Enrekang
Wisata Alam Enrekang

Enrekang, salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan yang dikenal sebagai penghasil kopi. Uniknya, kopi di sini memiliki cita rasa rempah-rempah dan buah-buahan yang menjadikannya banyak diburu. Tak hanya itu, wisata alam Enrekang juga memesona dan sayang jika dilewatkan begitu saja. Apa saja nih yang bisa dieksplor?

Baca juga : Grebeg Besar Jogja, Kawanan Gajah Masuk Malioboro!

Kampong Buttu Macca

Buttu Macca via Instagram @nuruulakbari
Buttu Macca via Instagram @nuruulakbari

Wisata alam Enrekang satu ini menawarkan panorama perbukitan hijau dengan beragam spot foto instagenic. Diantaranya perahu, replika ruang tamu lengkap dengan sofa, sarang telur naga, gardu pandang, dan lainnya. Cukup dengan menyiapkan budget Rp5 ribuan saja, sudah bisa merasakan keelokan kawasan yang dikelilingi Gunung Bambapuang dan Gunung Nona ini.

Wahana ekstrem pun tersedia di Buttu Macca. Misalnya ayunan ketapel di atas ketinggian dengan biaya Rp15 ribuan dan flying fox Rp25 ribuan. Langsung saja menuju destinasi wisata yang berjarak kurang lebih 40 menit dengan kendaraan bermotor dari Kota Enrekang, ibu kota kabupaten ini.

Dante Pine

Dante Pine via Instagram @fadillamutmainna
Dante Pine via Instagram @fadillamutmainna

Dante dalam bahasa Enrekang yang berarti halaman depan rumah, dan pine dalam bahasa Inggris berarti pohon pinus. Merupakan destinasi wisata yang menawarkan deretan hutan pinus. Wisata alam Enrekang ini terletak di Kecamatan Anggeraja. Berjarak setidaknya 40 menit dari Kota Enrekang. Teman Traveler cukup siapkan budget Rp5 ribuan untuk memasuki kawasan hutan pinus dengan beragam spot foto-foto ini. Beberapa diantaranya sandal raksasa, becak, rumah hobbit, sarang kingkong, dan beragam lainnya.

Coba juga zip bike, sepeda yang jalur lintasannya berupa tali dengan ketinggian kurang lebih 10 meter dengan membayar Rp20 ribuan. Beroperasi mulai jam 10 pagi WITA, Teman Traveler bisa menyeruput sedapnya kopi Kalosi khas Enrekang yang dijajakan sembari menghayati hijaunya Dante Pine.

Hutan Pinus Baredok

Hutan Pinus Baredok via Instagram @nurul.sahra
Hutan Pinus Baredok via Instagram @nurul.sahra

Wisata alam Enrekang hutan pinus lainnya berlokasi di Dusun Pasongken, Desa Buntu Mondong, Kecamatan Batu. Berjarak kurang lebih 50 kilometer dari pusat Kabupaten Enrekang dan bisa ditempuh dengan sepeda motor selama sekitar 2 jam. Teman Traveler akan disambut dengan perkebunan bawang milik warga selama perjalanan menuju hutan pinus Baredok.

Tidak hanya itu, Teman Traveler juga bisa berkeliling sungai yang ada di kawasan hutan menggunakan perahu tradisional dengan budget Rp5 ribuan. Tempat ini merupakan spot yang banyak diburu oleh pecinta kemah, dengan camping ground datar yang nyaman untuk mendirikan tenda.

Tebing Mandu Tontonan

Tebing Mandu Tontonan via Instagram @andi_misbahuddin96
Tebing Mandu Tontonan via Instagram @andi_misbahuddin96

Berada di Dusun Tontonan, Kecamatan Anggeraja, tebung Mandu menjadi daya tarik wisata terutama bagi pecinta cilff-hiking. Tebing batu dengan kemiringan hampir 90 derajat dengan ketinggian sekitar 100 meter lebar kurang lebih 200 meter, merupakan tantangan tersendiri bagi pendaki tebing. Terletak di pinggir sungai Mata Allo, pelancong yang datang tidak hanya bertujuan untuk hiking, ada juga yang sekedar bersantai di bebatuan besar di wisata alam Enrekang tersebut.

Punya sebutan sebagai Grand Canyon-nya Sulawesi Selatan, tebing Mandu menyimpan sejumlah tulang belulang manusia. Kawasan yang berjarak setidaknya 1 jam dari Kota Enrekang ini, merupakan salah satu pemakaman orang suku Toraja. Meraka meletakkan peti berisi orang mati di celah-celah tebing.

Sungai Kaje’jen

Sungai Kajejen via Instagram @fhitrychelsea
Sungai Kaje’jen via Instagram @fhitrychelsea

Sungai Kaje’jen, dalam bahasa lokal bermakna ‘centil’, berlokasi di kampung Bisang Kelurahan Lewaja. Dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor selama setidaknya 20 menit dari Kota Enrekang. Tidak hanya sungai, ada juga air terjun di kawasan ini dengan nama sama. Lokasinya mudah diakses, hanya sekitar 100 meter dari pinggir jalan.

Hanya dengan Rp3 ribuan saja, wisata ini sudah bisa dinikmati. Teman Traveler pun bisa bermain river tubing dengan biaya Rp35 ribuan, atau berfoto-foto di rumah pohon, gembok cinta, dan spot lainnya. Destinasi wisata ini nyaman, karena tersedia warung makan dan tentunya penjaja kopi khas Enrekang.

Air Terjun Lagandang

Air Terjun Lagandang via Instagram @ridwan_kamecu
Air Terjun Lagandang via Instagram @ridwan_kamecu

Wisata alam Enrekang berupa air terjun ini bisa ditempuh selama kurang lebih 30 menit dengan kendaraan bermotor dari Kota. Teman Traveler harus memarkirkan kendaraan di sekitar perkebunan milik penduduk setempat, dilanjutkan dengan berjalan kaki setidaknya 100 meter menuju air terjun Lagandang.

Air terjun ini mempunyai ketinggian guyuran sekitar 40 meter dari mata air pegunungan Bambapuang, ditampung dalam kolam sedalam kurang lebih 4 meter. Dengan air tenang, Teman Traveler bisa menyegarkan diri dalam kolam, namun harus tetap berhati-hati ya. Sekadar bersantai di pinggir kolam menggunakan hammock atau duduk-duduk di atas bebatuannya juga bisa.

Hutan Lumut Gunung Latimojong

Hutan Lumut Gunung Latimojong via Instagram @unielizeer
Hutan Lumut Gunung Latimojong via Instagram @unielizeer

Teman Traveler yang hobi mendaki, bisa nih menjadikan Gunung Latimojong sebagai pilihan karena merupakan bagian dari puncak tertinggi di Indonesia. Berlokasi di perbatasan antara 3 daerah, Enrekang, Toraja, dan Palopo, gunung ini menawarkan jalur mendaki yang cukup menantang dan melelahkan, namun tentunya lebih seru. Selama perjalanan awal menuju pos pertama, Teman Traveler akan melewati kebun kopi dan kebun jagung warga, serta sumber air.

Selain untuk didaki, atraksi menarik Gunung Latimojong adalah hutan lumut yang bisa dijumpai saat menuju pos keempat. Memang bukan perjalanan singkat dan mudah, dibutuhkan waktu lebih dari 2 jam mendaki. Beristirahatlah sejenak karena keindahan hutan lumut akan meredakan rasa lelah selama menanjaki gunung.

Selain panorama alam elok, sebagian juga menyediakan spot untuk berfoto. Wah harus siap-siap isi penuh baterai hape nih. Bagaimana, tertarik untuk jelajah wisata alam Enrekang? Next

ramadan
Hotel serba Disney

Bingung Rayakan Liburan di Akhir Tahun? Pilihan Hotel Serba Disney Ini Bisa Dicoba Lho!

Pantai Madasari

Pantai Madasari, Eksotisnya Wisata Tersembunyi di Pangandaran