in , ,

Candi Songgoriti, Situs Bersejarah dengan Banyak Kisah di Dalamnya

Cocok bagi kalian yang ingin belajar sejarah

Berkunjung ke Batu, yang ada di pikiran kita pasti banyaknya objek wisata alam, theme park atau juga wisata belanja. Tapi siapa sangka kalau di Kota Wisata Batu ada sebuah destinasi peninggalan dari abad 8 Masehi, dan diperkirakan menjadi tempat pertama kali Ken Arok dan juga Ken Dedes bertemu. Destinasi itu adalah Candi Songgoriti yang berlokasi di Jl. Trunojoyo No.36 Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Wisata Batu. Untuk lebih lengkapnya, bisa simak ulasan di bawah ini.

Baca juga : Kuliner di Karimunjawa, Mengisi Perut Setelah Menjelajah Wisata Alamnya

1. Masuknya Gratis

candi songgoriti
Pos penjaga candi (c) Welly Handoko/Travelingyuk

Untuk masuk ke area candi, Teman Traveler tidak perlu mengeluarkan sepeserpun. Bahkan, kalian terkadang tidak perlu mengisi buku tamu, namun dengan syarat apabila tidak ada penjaga di sana.

candi songgoriti
Area masuk candi (c) Welly Handoko/Travelingyuk

Masuk ke area Candi Songgoriti kita akan langsung menemukan pelataran yang penuh dengan rerumputan hijau dan beberapa tanaman. Pemandangan di area candi ini lumayan indah, apa lagi di bagian belakangnya langsung berhadapan dengan perbukitan Gunung Banyak.

2. Terdapat Sumber Air Panas

candi songgoriti
Sekitaran candi (c) Welly Handoko/Travelingyuk

Begitu masuk gerbang, kita akan langsung bisa melihat keberadaan Candi Songgoriti yang berdiri di tengah pelataran berumput hijau. Lalu, di salah satu bagian sisi candi ada sebuah sumber air panas yang suhunya mencapai  lebih dari 45°C. Itu kenapa situs ini juga disebut sebagai Candi Petirtaan.

3. Bangunan Candi yang Sudah Tidak Utuh

candi songgoriti
Bagian depan candi (c) Welly Handoko/Travelingyuk

Candi Songgoriti ini pertama kali ditemukan oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda yang saat itu menduduki daerah Malang. Dan bentuk candi yang kita lihat sekarang ini adalah hasil dari restorasi yang dilakukan oleh pemerintah Hinda Belanda di tahun 1938 sampai 1944.

Bentuk bangunan candi ini pertama ditemukan memang dalam keadaan hancur dan tertimbun tanah, setelah dilakukan penelitian maka jadilah seperti sekarang. Walaupun begitu memang beberapa bagian candi ada yang hilang dan  terkesan tidak utuh. Itulah kenapa situs terlihat sangat kecil.

4. Ada Sesajen dan Dupa di Sekitar Candi

LRM_EXPORT_20190722_164437_4876.jpg
Bekas sesajen (c) Welly Handoko/Travelingyuk

Walaupun penduduk sekitaran candi ini adalah etnik Jawa dan mayoritas beragamaIislam, tapi masih banyak dari warga sekitar yang meletakkan sesajen berupa bunga dan juga menancapkan dupa sambil berdoa di area candi ini. Hal ini membuat nuansa magis dan mistis selalu menyelimuti Candi Songgoriti. Selain itu, di setiap tanggal 1 Suro warga setempat selalu menggelar wayangan dan juga upacara adat di area candi ini.

5. Terdapat Pemandian Umum Air Panas di Sekitar Candi

LRM_EXPORT_20190722_164603_1370.jpg
Pemandian air panas sekitar candi (c) Welly Handoko/Travelingyuk

Disebut sebagai Candi Petirtaan karena memang di sekitar area Candi Songgoriti ini banyak sekali ditemukan sumber mata air yang berasal dari bawah bangunan candi. Selain itu, di sekitar situs ini juga ada sebuah pemandian umum air panas yang lokasinya tepat di depan bangunan Candi Songgoriti. Hal ini menguatkan dugaan kalau candi ini dulunya juga berfungsi sebagai pencucian keris-keris oleh para Mpu pembuat keris.

Untuk yang tertarik pada ilmu sejarah situs bersejarah ini bisa menjadi pilihan menarik untuk berwisata budaya di Kota Wisata Batu. Jadi, bukan hanya mencari kesenangan, tapi juga bisa belajar banyak di kota satu ini. Next

ramadan

The Lodge Maribaya Bandung, Camping Nyaman dan Hati Senang

Ilustrasi perjalanan naik bus

Tips Nyaman Liburan Naik Bus, Catat Baik-baik Teman Traveler